Langsung ke konten utama
Sumber; internet

Dia adalah bos mafia di ibu kota bunga yang menjadi bawahan dan orang kepercayaan Orochi. Dialah Kyosiro si ngantuk. Julukan ini diberikan karena banyak yang beranggapan kalau dia berpesta sepanjang malam.

Orochi merekrutnya selepas ia naik tahta menjadi shogun negeri Wano. Dia langsung ditahbiskan sebagai bos mafia menggantikan Hyogoro si bunga.

Kyoshiro adalah sosok yang mengerihkan sebagai bos mafia di ibu kota: cerdas, cermat, berbakat, dan kuat pastinya. Nampak saat jurus dua pedang Zoro si wakil kapten yang diarahkan kepada Orochi ditangkis dalam satu kali tebasan.

Klan Kyosiro yang dipimpinnya selain sebagai penguasa ibu kota juga menguasai bisnis pertukaran uang di ibu kota. Kau jika datang ke negeri Wano dan hendak berkunjung ke ibu kota maka kau harus menukarkan uang sebagai alat transaksi di ibu kota. Uang itu hanya bisa ditukar di perusahaan Kyosira yang dipimpinnya.

Saat Orochi pergi ke Onighasima hendak mengadakan pesta musim dingin tahunan bersama Kaido, Yonko yang melindunginya. Kyosiro dipercayai menjaga keamanan di ibu kota.

***
Di kemudian hari pada chapter 973 saat menceritakan kilas balik penghancuran klan Kozuki kita benar-benar dibuat kaget, ternyata Kyosiro si ngantuk selama ini adalah Denjiro, salah seorang sembilan sarung pedang merah pengawal Kozuki Oden.

Dalam ramalan Toki di kilas balik juga diceritakan bahwa di kemudian hari setelah 20 tahun penghancuran kastil Oden, Wano akan dibebaskan oleh sang fajar beserta sembilan sarung pedang merah. Dan, setelahnya Wano yang tertutup akan terbuka untuk dunia luar


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kitab Fasholatan; Kita dan Pelajaran Praktik Sholat

Judul: Fasholatan Pengarang: KHR. Asnawi Penysun: Minan Zuhri Arif Penulis: Rodhi Arif Penerbit: Menara Kudus Tebal Kitab:100 Halaman Cetakan Pertama: 1375 Sumber: dokumen pribadi Aku memiliki kenangan akan pelajaran praktek sholat malam selasa semasa kecil. Kukira termasuk kau juga memiliki kenangan yang sama akannya. Namun, di sini yang ingin aku ceritakan adalah segurat kisahku saja. Ya. Kenanganku. Kenanganku akannya. Kisah tentang pelajaran praktek sholat malam selasa. Waktu itu, kami menyebutnya dengan ngaji sembahyang yang dilaksanakan setiap malam selasa. Malam-malam lain untuk belajar membaca Al-Qur'an. Untuk malam jum'at libur dan biasanya diisi pembacaan kitab Maulid Berjanji di masjid dan musholla-musholla. Di dalam belajar sholat aku masih ingat betul, bacaan-bacaan yang ada di dalam sholat aku peroleh dari sebuah kitab kecil bersampul hijau tentang tuntunan sholat dan bacaan-bacaan di dalam sholat beserta artinya dengan judul Fasholatan . ...

Cengkaruk

Namanya cengkaruk. Entah kenapa disebut cengkaruk, mungkin karena cara makannya digaruk pakai tangan. Makanan serupa yang cara makannya digaruk entahlah. Nampaknya hanya ini. Terbuat dari nasi aking. Nasi akingnya harus yang tidak basi saat dijemur dan benar-benar kering. Hal ini berpengaruh nanti saat digoreng. Sebelum digorek ditepeni terlebih dahulu, memilah dan membersihkan dari reget-reget d an res-resan. Tadi saya terhitung kurang beruntung, karena nasi aking yang ada di kandi dan belum dijual kurang baik. Sebab dijemur pada musim-musim macam ini yang tidak menentu, kadang panas, kadang hujan. Jadilah saya ambil intip, yang nampak bersih dan keringnya mendekati sempurna. Lalu saya remuk pakai cowek dan mutu dari batu itu. Untuk menggorengnya harus menggunakan wajan dari tanah. Jika menggunakan wajan yang besi itu nanti gosong. Dan, misal digoreng menggunakan minyak goreng namanya bukan cengkaruk lagi, tapi krecek remuan. Susuknya harus menggunakan impon. Pen...

Rabiul Awwal; Perayaan Hari Lahir al-Musthafa

Sumber; pribadi “ Ya Rabbi Sholli ‘ala Muhammad # Ya Rabbi Sholli ‘alaihi wa Sallim,” pembacaan yang dibuka dan dipimpin oleh seseorang yang kemudian dijawab dengan bacaan yang sama oleh jama’ah bersama-sama. Jika kau berada di tengah-tengah perayaan ini, kau akan merasa kesyahduan dan ketentraman saat lantunan syair itu dibaca bersama-sama. Di atas adalah pembacaan syair sebagai pembuka pembacaan kitab Maulid untuk memperingati hari kelahiran Nabi. Setiap bulan rabi’ul awal, tepatnya tanggal 1 sampai 12 di masjid-masjid, langgar-langgar, majlis ta’lim, pondok-pondok, dan rumah-rumah serentak diadakan pembacaan kitab maulid untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kitab-kitab yang biasa dibaca adalah Barzanji, Diba’, Burdah, dan Simtuth Durror.   Di antara keempatnya yang paling mashur dan paling banyak dibaca adalah kitab Barzanji. Seolah-olah kitab maulud dan Barzanji itu sinonim. Ketika seseorang mengatakan hendak muludan maka yang ada difikiran oran...