Langsung ke konten utama

(Seharusnya Hari ini, 11-04-2020)

al-Itqon

Di depan ndalem abah Ayyub, tratak/panggung itu sudah terpasang dan berdiri dengan anggun. Ia adalah harapan santri selama setahun. Di bagian belakang ada tulisan yang menunjukkan acara apa yang akan digelar; Haflah Akhirussanah Pondok-Pesantren Putra-Putri al-Itqon dan Majlis Ta'lim al-Mubarok Kebonharjo, Patebon, Kendal. 12 April 2020. Di halaman pondok putra plantanan itu sementara dibongkar, dan di sampingnya telah berjejar kursi-kursi yang baru datang kemarin untuk tamu undangan besok. Di belakang ndalem ramai ibuk-ibuk rewang memasak untuk keperluan hari ini sampai besok malam yang dipimpin oleh mami Harti. Beliau adalah kampiun masak seantero Kebonharjo.

Terlihat santri-santri berbondong-bondong membawa al-Qur'an dengan dipeluk untuk bersama-sama mengikuti sima'an al-qur'an. Khusus hari ini mereka meminta ijin pada sekolah masing-masing untuk sima'an al-Qur'an. Santri putri tumplek-blek di ndalem, santri putra di pondok putra. Ada yang di aula satu, aula tiga, dan aula empat. Masing-masing lokasi dipimpin oleh mereka penghafal al-Qur'an yang alumni al-Itqon. Terlihat beberapa snatri khususk menyimak, lainnya lagi ngantuk, lainnya lagi kebingungan halaman mana yang dimaksud karena cepatnya bacaan si pembaca.

Beberapa santri putra yang besar-besar sibuk menyiapkan hal-hal yang dirasa perlu. Mernahke lokasi, untuk kongkonan ibuk-ibuk masak, dan hal-hal lain yang kaitannya dengan acara.

Simaa'an al-Qur'an ini biasanya tidak sampai dhuhur sudah selesai. Setelah selesai semua santri makan besar. Satu piring nasi dengan lauk ayam goreng dan jangan bening, ditambah krupuk dan sambel. Ada beberapa santri biasanya yang indem-indem ambil dua porsi, ya karena kurang saja.
Untuk nanti sore santri istirahat untuk persiapan gladi resik nanti malam dan besok

Bersambung

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kitab Fasholatan; Kita dan Pelajaran Praktik Sholat

Judul: Fasholatan Pengarang: KHR. Asnawi Penysun: Minan Zuhri Arif Penulis: Rodhi Arif Penerbit: Menara Kudus Tebal Kitab:100 Halaman Cetakan Pertama: 1375 Sumber: dokumen pribadi Aku memiliki kenangan akan pelajaran praktek sholat malam selasa semasa kecil. Kukira termasuk kau juga memiliki kenangan yang sama akannya. Namun, di sini yang ingin aku ceritakan adalah segurat kisahku saja. Ya. Kenanganku. Kenanganku akannya. Kisah tentang pelajaran praktek sholat malam selasa. Waktu itu, kami menyebutnya dengan ngaji sembahyang yang dilaksanakan setiap malam selasa. Malam-malam lain untuk belajar membaca Al-Qur'an. Untuk malam jum'at libur dan biasanya diisi pembacaan kitab Maulid Berjanji di masjid dan musholla-musholla. Di dalam belajar sholat aku masih ingat betul, bacaan-bacaan yang ada di dalam sholat aku peroleh dari sebuah kitab kecil bersampul hijau tentang tuntunan sholat dan bacaan-bacaan di dalam sholat beserta artinya dengan judul Fasholatan . ...

Cengkaruk

Namanya cengkaruk. Entah kenapa disebut cengkaruk, mungkin karena cara makannya digaruk pakai tangan. Makanan serupa yang cara makannya digaruk entahlah. Nampaknya hanya ini. Terbuat dari nasi aking. Nasi akingnya harus yang tidak basi saat dijemur dan benar-benar kering. Hal ini berpengaruh nanti saat digoreng. Sebelum digorek ditepeni terlebih dahulu, memilah dan membersihkan dari reget-reget d an res-resan. Tadi saya terhitung kurang beruntung, karena nasi aking yang ada di kandi dan belum dijual kurang baik. Sebab dijemur pada musim-musim macam ini yang tidak menentu, kadang panas, kadang hujan. Jadilah saya ambil intip, yang nampak bersih dan keringnya mendekati sempurna. Lalu saya remuk pakai cowek dan mutu dari batu itu. Untuk menggorengnya harus menggunakan wajan dari tanah. Jika menggunakan wajan yang besi itu nanti gosong. Dan, misal digoreng menggunakan minyak goreng namanya bukan cengkaruk lagi, tapi krecek remuan. Susuknya harus menggunakan impon. Pen...

Rabiul Awwal; Perayaan Hari Lahir al-Musthafa

Sumber; pribadi “ Ya Rabbi Sholli ‘ala Muhammad # Ya Rabbi Sholli ‘alaihi wa Sallim,” pembacaan yang dibuka dan dipimpin oleh seseorang yang kemudian dijawab dengan bacaan yang sama oleh jama’ah bersama-sama. Jika kau berada di tengah-tengah perayaan ini, kau akan merasa kesyahduan dan ketentraman saat lantunan syair itu dibaca bersama-sama. Di atas adalah pembacaan syair sebagai pembuka pembacaan kitab Maulid untuk memperingati hari kelahiran Nabi. Setiap bulan rabi’ul awal, tepatnya tanggal 1 sampai 12 di masjid-masjid, langgar-langgar, majlis ta’lim, pondok-pondok, dan rumah-rumah serentak diadakan pembacaan kitab maulid untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kitab-kitab yang biasa dibaca adalah Barzanji, Diba’, Burdah, dan Simtuth Durror.   Di antara keempatnya yang paling mashur dan paling banyak dibaca adalah kitab Barzanji. Seolah-olah kitab maulud dan Barzanji itu sinonim. Ketika seseorang mengatakan hendak muludan maka yang ada difikiran oran...