Langsung ke konten utama

#7 "Punika Terjemahipun Kitab al-Khoridatul Bahiyah







"Punika Terjemahipun Kitab al-Khoridatul Bahiyah"

Karanganipun al-Faqir Muhammad Shidiq.

Kitab yang tanpa sengaja saya temukan di salah satu toko elektronik saat mengantar mak lik membeli alat untuk masak. Maksudku saat mengantar beliau aku lihat di toko itu menjual buku-buku islami dan kitab-kitab. Pada hari lain aku datang dan menemukan kitab ini. Yang lain ada 7 kalau tidak salah yang tak beli.

Kitab ini terbitan toko kitab Salim Nabha, "Maktabah Muhammad bin Ahmad bin Nabhan wa Awladah". Toko kitab paling tua di Indonesia yang didirikan tahun 1908 oleh seorang saudagar imigran dari Yaman. Khasanah intelektual pesantren tidak bisa dilepaskan dari toko kitab tersebut, bahkan sangat kental karna banyak karya-karya ulama Nusantara yang diterbitkan di sana. Toko kitab tersebut masih berdiri sampai sekarang yang telah dibagi menjadi dua karena sebab diwariskan generasi selanjutnya.

Tahun terbit kitab ini tidak disebutkan, padahal sudah tak bolak-balik. Namun jika dilihat dari model kertasnya kitab ini sudah berusia cukup tua. Kitab-kitab terbitan toko kitab Salim Nabhan memang kertasnya khas, seperti halnya pada penerbit Menara Kudus. Memang pada penerbit-penerbit tertentu menggunakan kertas yang khas untuk kitab-kitab yang diterbitkan. Suatu saya kira juga perlu belajar tentang perkertasan yang digunakan untuk mencetak kitab.

Kitab ini berjumlah 33 halaman selain pada halaman sampul yang memuat 70 bait nadhom kalau tidak salah hitung dengan makna gundulnya. Beserta keterangannya dengan aksara pegon berbahasa Jawa dengan metode tanya jawab.

Soal; "Pira dundumane hukum aqli iku?"
Jawab; "Dundumane hukum aqli punika wonten tigo: setunggal wajib, kaping kalih mustahil, kaping tiga jaiz."

Penerjemah/Pensyarah tidak memberikan kata sambutan pada pembukan kitab tersebut. Langsung dibuka dengan 8 bait sebagai muqodimah oleh kyai nadhim tanpa disyarahi oleh oleh penerjemah, namun diberi makna gundul. Dalam keterangannya, kitab nadhom ini dikarang oleh Ahmad Dardir yang diberi nama Khoridatul Bahiyah. Memuat ilmu tentang aqidah isalam. Sebuah kitab yang ringkas, sedikit didalam lafadhnya, namun ilmu dan makna yang terkandung di dalamnya sangat besar.

Kitab-kitab syarah pada umumnya menuliskan nadhom atau matab terlebih dahulu baru keterangannya. Kitab ini malah sebaliknya, menulis keterangan terlebih dahulu baru nadhomnya.

Pembahasan yang tercakup dalam kitab ini meliputi Muqodimah, Bayanu al-Hukmi al-Aqli, Bayanu al-Wajibi wa-al-Mustahili wa-al-Jaizi, Bayanu Hudutsi al-Alami, Bayanu al-Shifati al-'Isyriina, Bayanu al-Jaizi fi-Haqqihi Ta'ala, Bayanu al-Wajibi fi-Haqqi al-Rusuli, Bayanu ma Yajibu I'tiqoduhu, Nas alullaha Husnaha, Bayanu Wujubi al-Taubati.

Penutup; menerima hibah kitab-kitab beraksara pegon lama dan baru yang insya Allah akan dimanfaatkan sebagaimana mestinya 😊

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kitab Fasholatan; Kita dan Pelajaran Praktik Sholat

Judul: Fasholatan Pengarang: KHR. Asnawi Penysun: Minan Zuhri Arif Penulis: Rodhi Arif Penerbit: Menara Kudus Tebal Kitab:100 Halaman Cetakan Pertama: 1375 Sumber: dokumen pribadi Aku memiliki kenangan akan pelajaran praktek sholat malam selasa semasa kecil. Kukira termasuk kau juga memiliki kenangan yang sama akannya. Namun, di sini yang ingin aku ceritakan adalah segurat kisahku saja. Ya. Kenanganku. Kenanganku akannya. Kisah tentang pelajaran praktek sholat malam selasa. Waktu itu, kami menyebutnya dengan ngaji sembahyang yang dilaksanakan setiap malam selasa. Malam-malam lain untuk belajar membaca Al-Qur'an. Untuk malam jum'at libur dan biasanya diisi pembacaan kitab Maulid Berjanji di masjid dan musholla-musholla. Di dalam belajar sholat aku masih ingat betul, bacaan-bacaan yang ada di dalam sholat aku peroleh dari sebuah kitab kecil bersampul hijau tentang tuntunan sholat dan bacaan-bacaan di dalam sholat beserta artinya dengan judul Fasholatan . ...

Cengkaruk

Namanya cengkaruk. Entah kenapa disebut cengkaruk, mungkin karena cara makannya digaruk pakai tangan. Makanan serupa yang cara makannya digaruk entahlah. Nampaknya hanya ini. Terbuat dari nasi aking. Nasi akingnya harus yang tidak basi saat dijemur dan benar-benar kering. Hal ini berpengaruh nanti saat digoreng. Sebelum digorek ditepeni terlebih dahulu, memilah dan membersihkan dari reget-reget d an res-resan. Tadi saya terhitung kurang beruntung, karena nasi aking yang ada di kandi dan belum dijual kurang baik. Sebab dijemur pada musim-musim macam ini yang tidak menentu, kadang panas, kadang hujan. Jadilah saya ambil intip, yang nampak bersih dan keringnya mendekati sempurna. Lalu saya remuk pakai cowek dan mutu dari batu itu. Untuk menggorengnya harus menggunakan wajan dari tanah. Jika menggunakan wajan yang besi itu nanti gosong. Dan, misal digoreng menggunakan minyak goreng namanya bukan cengkaruk lagi, tapi krecek remuan. Susuknya harus menggunakan impon. Pen...

Rabiul Awwal; Perayaan Hari Lahir al-Musthafa

Sumber; pribadi “ Ya Rabbi Sholli ‘ala Muhammad # Ya Rabbi Sholli ‘alaihi wa Sallim,” pembacaan yang dibuka dan dipimpin oleh seseorang yang kemudian dijawab dengan bacaan yang sama oleh jama’ah bersama-sama. Jika kau berada di tengah-tengah perayaan ini, kau akan merasa kesyahduan dan ketentraman saat lantunan syair itu dibaca bersama-sama. Di atas adalah pembacaan syair sebagai pembuka pembacaan kitab Maulid untuk memperingati hari kelahiran Nabi. Setiap bulan rabi’ul awal, tepatnya tanggal 1 sampai 12 di masjid-masjid, langgar-langgar, majlis ta’lim, pondok-pondok, dan rumah-rumah serentak diadakan pembacaan kitab maulid untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW. Kitab-kitab yang biasa dibaca adalah Barzanji, Diba’, Burdah, dan Simtuth Durror.   Di antara keempatnya yang paling mashur dan paling banyak dibaca adalah kitab Barzanji. Seolah-olah kitab maulud dan Barzanji itu sinonim. Ketika seseorang mengatakan hendak muludan maka yang ada difikiran oran...